Digital Transformation Project – Smart Wound Monitoring System Pengembangan dan implementasi sistem pemantauan luka berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan tenaga medis untuk mengukur dimensi luka (panjang, lebar, luas) dan menganalisis jenis jaringan secara otomatis hanya melalui foto kamera ponsel. Hasil: Mengurangi margin kesalahan pengukuran manual hingga 15% dan mempercepat proses dokumentasi medis bagi perawat. Cakupan: Kedepannya akan digunakan lebih dari 200 klinik spesialis luka secara nasional.
Institutional Partnership – Hospital Integration Program Proyek yang rencananya akan terintegrasi sistem aplikasi perawatan luka dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Proyek ini bertujuan untuk menciptakan alur data yang mulus dari perawatan pasca-operasi di rumah kembali ke rekam medis rumah sakit. Hasil: Mempermudah dokter spesialis dalam memantau kondisi pasien pasca-rawat inap secara real-time dan menurunkan risiko readmission (pasien masuk RS kembali) akibat infeksi luka.
Community Outreach – Chronic Wound Care Access Program kolaborasi dengan pemerintah daerah atau organisasi sosial untuk menyediakan akses perawatan luka modern bagi penderita Diabetes Melitus di wilayah terpencil atau kurang mampu. Hasil: Melayani lebih dari [Jumlah] pasien luka kronis (Ulkus Diabetikum) melalui layanan tele-wound consultation dan pengiriman perawat home care terlatih. Dampak: Menekan angka amputasi pada pasien diabetes sebesar 60% di wilayah intervensi.
Training & Certification – Digital Wound Educator Hub Inisiatif pengembangan modul pelatihan digital dan sertifikasi bagi perawat umum untuk menjadi spesialis perawatan luka yang mahir menggunakan teknologi digital. Hasil: Telah melatih dan mensertifikasi lebih dari 1.000 perawat di seluruh Indonesia, menciptakan standar pelayanan luka yang seragam dan berkualitas tinggi di platform aplikasi.